Museum RS MATA dr YAP

Tag

,

Museum yang terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 5 ini diresmikan tahun 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Museum yang terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 5 ini diresmikan tahun 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebagian besar koleksi berhubungan dengan peralatan kedokteran bagian mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku, benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah. Fasilitas yang ada di museum ini antara lain : RS Mata “ Dr.Yap “, musholla, tempat parkir , perpustakaan umum, kantin, wartel, dan toilet. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 547448, 550380, dan 562054 jam buka museum Selasa s.d Minggu 08.30-13.00 WIB. Fasilitas yang ada di museum ini antara lain : RS Mata “ Dr.Yap “, musholla, tempat parkir , perpustakaan umum, kantin, wartel, dan toilet. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 547448, 550380, dan 562054 jam buka museum Selasa s.d Minggu 08.30-13.00 WIB.
sumber: http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/2115/museum-rs-mata-dryap.html

english version:

The Museum is located on the road at the Tiro Cik No. 5 was established in 1997 by Sri Sultan Hamengku Buwono X. Museum located in Cik Di Tiro Street no. 5 was established in 1997 by Sri Sultan Hamengku Buwono X. Most of the collections relate to the medical equipment, household, photographs, paintings, books, electronic objects that add up to more than 900 pieces. The facilities at the museum include: RS Eye ” Dr. Yap”, Mosque, parking lots, public library, the cafeteria, wartel, and toilet.
Accessible phone is (0274) 547448, 550380, and 562054 museum opening hours Tuesday s. d Sunday 08.30-13.00 PM. The facilities at the museum include: RS Eye “Dr. Yap” u201C, Mosque, parking lots, public library, the cafeteria, wartel, and toilet. Accessible phone is (0274) 547448, 550380, and 562054 museum opening hours Tuesday s. d Sunday 08.30-13.00 PM.
source:http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/2115/museum-rs-mata-dryap.html

Masjid Selo

Tag

,

Masjid Selo merupakan masjid unik yang berada di sebelah timur kawasan Kraton Yogyakarta tepatnya di kawasan Sawojajar kelurahan Kadipaten. masjid ini sangat unik karena merupakan bangunan yang dibangun oleh Sultan HB I. Didirikan pada sekitran tahun 0789 bangunan masjid ini relatif kecil namun memiliki keunikan karena struktur bangunannya yang setipe dengan bangunan di kawasan taman sari yaitu berukuran ketebalan satu batu. Untuk sholat jamaah masjid ini bisa memuat sekitar 30-40 orang jamaah saja.

sumber: http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/2220/masjid-selo.html

english version:

The mosque is a mosque unique Selo to the East of the Yogyakarta Sultan Palace in the village the Duchy Sawojajar. the mosque is very unique because it is a building that was built by Sultan HB i. founded in sekitran in building this mosque 0789 is relatively small but has a uniqueness because of the structure of the building is a building in the area of setipe with taman sari that is measuring the thickness of one stone. To pray in the mosque worshipers could load the mosque is about 30-40 people.

sumber: http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/2220/masjid-selo.html

Desa wisata di Yogyakarta

Tag

, ,

Desa Wisata Pertanian

wisatawan dapat melihat sistem pertanian tradisional di berbagai Desa Wisata pertanian ini sekaligus menikmati hasil pertanian dan perikanan seperti udang galah dan ikan air tawar.

Adapun desa wisata pertanian meliputi:

Jamur, Sendangrejo, Minggir
Garongan, Wonokerto, Turi
Bokesan, Sindumartani, Ngemplak
sumber: http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/1774/desa-wisata-pertanian.html

English version:

Village Tourism Agriculture tourist can see traditional farming systems in the various agricultural tourism village is at the same time enjoy the results of the agriculture and fisheries such as prawns and freshwater fishing gaff. As for the agricultural tourist village includes: mushroom, Garongan, Sendangrejo, step aside Wonokerto, Bokesan, Sindumartani, Turi Ngemplak.

source: http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/1774/desa-wisata-pertanian.html

Informasi wisata di Bandung

Tag

, ,

sebelum melakukan perjalanan wisata ke kota bandung dan sekitarnya alangkah lebih bainya anda mengunjungi web site di bawah ini:
http://bdgyes.com
Bandung travel

English version:

before travelling tour into the city of bandung and surrounding how more bainya you visit the web site below :
http://bdgyes.com
Bandung travel

Tugu Juang 45

Tag

TUGU JUANG ‘45

oleh:
ishom adalah
siswa kelas VIII SMP MBS Yogyakarta

Tugu berbentuk segi delapan ke atas dengan diameter 510cm, tinggi 350cm, dan luas tanah 1.080m2. bahan dari besi cor semen dan keramik. Kondisinya baik, terawat, dan milik pemerintah.
Tugu Juang ’45 dibuat pada tahun 1945 terletak di perbatasan Kota Kudus dan Demak tepatnya di Tanggul angin Dukuh kencing desa Jati Wetan kecamatan Jati. Menurut mantan bupati Kudus H. Soedarsono, Tugu Juang ’45 dibangun dengan maksud mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan Republik Indonesia yang pada waktu itu para pendahulu kita berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan menghadang Belanda yang akan masuk ke wilayah kabuptaen Kudus, karena keterbatasan senjata yang dimiliki (hanya bambu runcing) maka banyak pahlawan kita yang gugur di medan laga Tanggul Angin.
Para tokoh pejuang angkatan ’45 menyayangkan mengapa Tugu tersebut di desa Wergu Wetan kecamatan Kota di sebelah utara Stasiun Kereta Api padahal Tugu Juang ’45 memiliki nilai historis. Namun para tokoh pejuang tersebut tetap bersyukur hanya dipindahkan tidak dimusnahkan sehingga peristiwa sejarah yang ada di Kudus akan tetap dikenang oleh generasi penerus.
(Sumber: Buku Peninggalan Sejarah dan Purbakala kabupaten Kudus.)

Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?

Tag

,

Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?
Thu Aug 18 17:58pm
Share

Email
Print

Oleh Trinity

Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Mengapa sih harus jalan-jalan di Indonesia?” maka jawaban saya adalah, “Mengapa tidak?” Ada banyak alasan mengapa kita harus jalan-jalan di Indonesia. Di bawah ini saya tuliskan beberapa.

Semoga artikel ini dapat membuat Anda sepakat dengan saya: berjalan-jalan di Indonesia adalah wajib hukumnya.

Seorang perempuan di desa Sukopuro, Probolinggo, Jawa Timur berjalan melewati Gunung Bromo. Foto: AP/Trisnadi
Segala ada

Apa jenis wisata yang Anda cari? Wisata laut, gunung, budaya, belanja, atau flora dan fauna? Semua ada di Indonesia. Laut kita sudah tidak perlu diragukan lagi. Dunia bawah laut Raja Ampat, Wakatobi, Komodo dan Bunaken sudah terkenal di seluruh dunia.

Jenis pasir pantai apa yang Anda cari? Indonesia punya pasir putih bersih sehalus tepung juga merah muda berbutir-butir. Bagi pecinta gunung, Indonesia adalah negara dengan gunung berapi paling banyak di dunia. Ada banyak taman nasional bagi penggemar flora dan fauna.

Dengan beragam suku, etnis, agama dan kepercayaan, Indonesia punya keragaman budaya. Jakarta, kota dengan pusat perbelanjaan terbanyak, cocok buat yang hobi belanja. Gedung tua yang bersejarah, ada juga.

Sendratari di Candi Badut, Malang. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Ramah

Banyak orang mengatakan, orang Indonesia tidak lagi seramah dulu. Tetapi saya percaya bangsa Indonesia tetaplah salah satu bangsa dengan tingkat keramahan tertinggi di dunia. Bahkan di kota besar seperti Jakarta yang konon masyarakatnya individualis, orang Jakarta jauh lebih ramah dibandingkan negara lain. Kalau Anda tersesat di belantara kekusutan Jakarta, tidak perlu ragu bertanya. Pasti dibantu. Di negara lain? Belum tentu.

Pantai yang masih sepi dan belum terjamah turis ini terletak di Tanjung Setia, Lampung Barat, Lampung. Foto: Antara/Rosa Panggabean
Murah

Mahal/murah memang relatif. Jika Anda tinggal di Medan, misalnya, berjalan-jalan ke daerah Indonesia timur tentu lebih mahal dari negara tetangga. Tapi jangan lupa, ada harga ada rupa. Sering kali yang Anda bayar sebanding dengan yang didapat.

Melihat komodo, satu-satunya binatang purba yang tersisa, dan leyeh-leyeh di pantai berpasir merah muda jauh lebih asyik dan membanggakan ketimbang berfoto di depan menara kembar atau main di taman hiburan. Karya manusia tidak akan bisa mengalahkan karya agung ciptaan Tuhan, bukan?

Supaya murah, kunjungilah daerah yang dekat dengan tempat tinggal Anda, misalnya provinsi tetangga. Anda bisa juga memesan tiket promosi penerbangan murah dari jauh-jauh hari.

Melihat lumba-lumba di laut lepas? Itu bisa Anda lakukan di Tanjung Kiluan, Lampung; Lovina, Bali; sampai di Raja Ampat, Papua. Foto: Antara/Rosa Panggabean
Lebih mudah

Yang dimaksud dengan mudah di sini bukanlah tentang menjangkau tujuan-tujuan wisata di Indonesia, melainkan soal bahasa dan budaya. Ke daerah mana pun Anda pergi di Indonesia, tentu Anda sudah dapat memperkirakan pantangan di daerah itu.

Makin terpencil suatu daerah, biasanya makin kuat adatnya. Pastinya Anda mampu mengira-ngira di mana Anda boleh memakai tank top, dan mana yang tidak. Karena kita masih sebangsa, bahasa tubuh maupun ekspresi lebih mudah dibaca sehingga kemungkinan salah paham dapat diperkecil.
Gengsi

Salah satu alasan orang Indonesia jalan-jalan ke luar negeri adalah karena gengsi. Padahal, kurang bergengsi apa kalau Anda sudah menjelajahi seluruh Indonesia? Sangat ironis jika orang Indonesia lebih sering jalan-jalan di negara lain tetapi tidak tahu betapa indahnya negeri sendiri. Masak orang asing lebih paham kecantikan negara kita? Gengsi, ah!

Berselancar dengan ombak setinggi ini bukan hanya Anda temukan di Bali, di Lampung pun bisa. Foto: Antara/Rosa Panggabean
Perbaikan kehidupan

Bila keadaan ekonomi Anda baik-baik saja dan merasa tidak peduli dengan kondisi ekonomi negara, sebaiknya Anda berpikir ulang. Kondisi ekonomi negara selalu mempengaruhi kondisi ekonomi penduduknya.

Dengan jalan-jalan di negeri sendiri, kita ikut memperbaiki kondisi ekonomi negara kita yang efeknya juga akan memperbaiki kehidupan kita. Mengapa bisa begitu?

Sebab, menghabiskan uang di negeri sendiri akan membuat uang tidak “kabur” ke luar negeri. Yah, ibaratnya uang dari kantong kanan pindah ke kantong kiri, nggak pindah ke kantong orang lain. Jika perekonomian bangsa membaik, kita juga yang untung, kan?

Kunjungi juga blog Trinity di The Naked Traveler.
sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/170-mengapa-jalan-jalan-di-indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.