Tag

, ,

Sejarah mencatat manusia pada masa ini belum mengenal tulisan namun apakah mereka tidak mempunyai kebudayaan? Mari kita telusuri satu demi satu. Temuan temuan arkeologis mencatat manusia purba tertua adalah Pithecantropus Erectus, penemuan kedua Mojokertensis /Robustus. Megantropus Paleojavanicus, dan Homo (Soloensis, wajakensis) adalah farian manusia purba yang ditemukan setelah itu
Duyfjes dan Von Koenigswald mencatat kehidupan manusia tertua diduga pada tahun 1,9 juta tahun yang lalu. Sedangkan Megantropus Paleojavanicus diperkirakan hidup 1,6 juta tahun yang lalu, dan jenis homo soloensisi diperkirakan hidup pada tahun 35.000-15.000 tahun sebelum masehi. Kurun waktu yang sangat lama ini dalam banyak sumber membaginya kedalam empat masa kehidupan yairu masa berburu dan meramu (food gathering) , masa bercocok tanam dan berternak (food producing), serta masa perundagian (kemahiran teknik), dan Megalitikum.
Masaberburu dan mengumpulkan makanan ditandai dengan sangat tergantungnya manusia dengan alam. Namun bukan berarti mereka tidak mempunyai hasil kebudayaan. Kapak perimbas (chopper), alat-alat dari tulang yang digunakan sebagai alat serpih (alat untuk menusuk, melubangi, dan sebagaia pisau). Yang lebih mencengangkan ialah penemuan artefak oleh Van Stein Callenfels di gua Lawa Ponorogo, Jatim. Artefak ujung panah, Flakes (batu batu kecil yang indah), batu-batu penggilingan, kapak-kapak batu serta alat dari tulang. Seni lukis berukpa gambar tangan tangan manusia juga telah diketemukan di gua leang-leang prof. Sulawesi selatan.
Masa yang kedua disebut masa bercocok tanam (food Producing) . Pada masa ini terjadi revolusi peradaban (revolusi kebidayaan) dari tradisi food gathering ke food producing. Mereka telah menetap dengan membuat rumah dan meninggalkan pola kehidupan nomaden. Alat-alat yang diketemukan pada masa ini berupa kapak persegi (beliung persegi), kapak lonjong, alat-alat obsidian, dan juga mata panah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka melakukan kegiatan barter. Sebagai alat transpkortasi mereka menggunakan perahu bercadik dan rakit-rakit, mereka juga sudah dapat berkomunikasi dengan kelompok lainnya dengan menggunakan bahasa Melayu Austronesia.

Masa perundagian atau masa kemahiran teknik adalah masa dimana manusia telah mahir membuat alat alat dari logam seperti besi dan perunggu. Peninggalan artefak yang berhasil ditemukan antara lain Nekara, Moko, Kapak perunggu, Bejana perunggu, Arca-arca perunggu, Perhiasan.

Masa yang terahir disebut sebagai masa Mega litikum (zaman batu besar). Masyarakat pada masa nini perkemba ngan kebudayaaanya sudah sangat pesat. Mereka telah mengenal sistem kepercayaan (Animisme dan dinamisme), tradisi membbuat Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Petikubur batu, Waruga, punden berundak, serta berbagai arca dai batu.
Ini adalh bukti bahwa manusia purba di indonesia walaupun mereka pada awalnya belum mengenal tulisan namun dalam perkembangnnya mereka menghasilkan produk budaya yang berguna untuk menyokong keberlangsungan kehidupannya.

Sejarah mencatat manusia pada masa ini belum mengenal tulisan namun apakah mereka tidak mempunyai kebudayaan? Mari kita telusuri satu demi satu. Temuan temuan arkeologis mencatat manusia purba tertua adalah Pithecantropus Erectus, penemuan kedua Mojokertensis /Robustus. Megantropus Paleojavanicus, dan Homo (Soloensis, wajakensis) adalah farian manusia purba yang ditemukan setelah itu
Duyfjes dan Von Koenigswald mencatat kehidupan manusia tertua diduga pada tahun 1,9 juta tahun yang lalu. Sedangkan Megantropus Paleojavanicus diperkirakan hidup 1,6 juta tahun yang lalu, dan jenis homo soloensisi diperkirakan hidup pada tahun 35.000-15.000 tahun sebelum masehi. Kurun waktu yang sangat lama ini dalam banyak sumber membaginya kedalam empat masa kehidupan yairu masa berburu dan meramu (food gathering) , masa bercocok tanam dan berternak (food producing), serta masa perundagian (kemahiran teknik), dan Megalitikum.
Masaberburu dan mengumpulkan makanan ditandai dengan sangat tergantungnya manusia dengan alam. Namun bukan berarti mereka tidak mempunyai hasil kebudayaan. Kapak perimbas (chopper), alat-alat dari tulang yang digunakan sebagai alat serpih (alat untuk menusuk, melubangi, dan sebagaia pisau). Yang lebih mencengangkan ialah penemuan artefak oleh Van Stein Callenfels di gua Lawa Ponorogo, Jatim. Artefak ujung panah, Flakes (batu batu kecil yang indah), batu-batu penggilingan, kapak-kapak batu serta alat dari tulang. Seni lukis berukpa gambar tangan tangan manusia juga telah diketemukan di gua leang-leang prof. Sulawesi selatan.
Masa yang kedua disebut masa bercocok tanam (food Producing) . Pada masa ini terjadi revolusi peradaban (revolusi kebidayaan) dari tradisi food gathering ke food producing. Mereka telah menetap dengan membuat rumah dan meninggalkan pola kehidupan nomaden. Alat-alat yang diketemukan pada masa ini berupa kapak persegi (beliung persegi), kapak lonjong, alat-alat obsidian, dan juga mata panah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka melakukan kegiatan barter. Sebagai alat transpkortasi mereka menggunakan perahu bercadik dan rakit-rakit, mereka juga sudah dapat berkomunikasi dengan kelompok lainnya dengan menggunakan bahasa Melayu Austronesia.

Masa perundagian atau masa kemahiran teknik adalah masa dimana manusia telah mahir membuat alat alat dari logam seperti besi dan perunggu. Peninggalan artefak yang berhasil ditemukan antara lain Nekara, Moko, Kapak perunggu, Bejana perunggu, Arca-arca perunggu, Perhiasan.

Masa yang terahir disebut sebagai masa Mega litikum (zaman batu besar). Masyarakat pada masa nini perkemba ngan kebudayaaanya sudah sangat pesat. Mereka telah mengenal sistem kepercayaan (Animisme dan dinamisme), tradisi membbuat Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Petikubur batu, Waruga, punden berundak, serta berbagai arca dai batu.
Ini adalh bukti bahwa manusia purba di indonesia walaupun mereka pada awalnya belum mengenal tulisan namun dalam perkembangnnya mereka menghasilkan produk budaya yang berguna untuk menyokong keberlangsungan kehidupannya.