Tag

,

Kamis, 11 November 2010 – 11:10 wib

Detail Berita
Candi Prambanan, salah satu obyek wisata di Indonesia. (Foto: WordPress)

SEBAGAI negara yang terletak di tengah garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Meski begitu, kebanyakan wisatawan lokal lebih memilih liburan ke luar negeri.

Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat lebih bertahannya berbagai keaslian obyek wisata, bersama varia pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.

Dengan kekhasan tradisi yang berlatar belakang mayoritas Islam, mampu menciptakan porsi tersendiri yang khas untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism atau wisata Timur Jauh yang kental dengan keindahan alam dan nuansa rohani di Indonesia.

Meski begitu, wisatawan lokal lebih memilih negara di luar Indonesia daripada menjelajahi keelokan Tanah Air. Padahal, berlibur ke luar negeri lebih banyak menyita waktu dan uang yang pada akhirnya membuat banyak orang jadi boros.

Berbeda jika melakukan perjalanan ke kota-kota wisata di Indonesia, biaya yang dikeluarkan lebih murah dan banyak keindahaan alam yang ditonjolkan oleh Tanah Air.

“Karena peran pemerintah sangat kurang dalam mempromosikan obyek wisata di Indonesia, sehingga banyak wisatawan mancanegara maupun domestik tidak mengetahui obyek wisata yang bagus, tidak seperti yang dilakukan pemerintah Singapura yang sangat gencar mempromosikan obyek-obyek wisatanya,” kata Maurin, Travel Consultan Bayu Buana Travel Services saat ditemui okezone di Pameran Travel, Mal Kelapa Gading III, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Kendati pemerintah tidak banyak berperan, namun masih banyak orang lokal yang ingin berwisata ke wilayah di Indonesia.

“Walau kurang peran pemerintah, tapi market untuk wisatawan domestik sebesar 10%-20% yang ada di Bayu Buana Travel Services,” paparnya.

Senada dengan Maurin, Tour Staff VayaTour Fery Gowijaya menegaskan, kurangnya peran pemerintah sangat memengaruhi minat wisatawan mancanegara dan domestik untuk berkunjung ke obyek wisata di Indonesia.

“Untuk mengatasi permasalahan itu kami melakukan cara dengan menawarkan paket hemat Free & Easy. Paket di mana dengan harga yang sudah ditentukan mendapatkan tiket pesawat, hotel untuk menginap, dan antarjemput. Seperti paket yang ada  di Bali dengan bujet 1,2 juta selama 3 hari 2 malam sudah mendapatkan tiket, hotel, dan antarjemput,” katanya.

“Dengan melakukan paket hemat itu, market wisatawan domestik yang sudah terbentuk di AvayaTour sebesar 70%,” tutupnya.

(Pasha Ernowo//nsa)

di copy dari:

http://lifestyle.okezone.com