Tag

,

TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Daniel Sahuleka, penyanyi berdarah Ambon yang bertaraf internasional telah menghibur Miss Universe dan Puteri Indonesia di Candi Prambanan, Selasa (12/10) malam. Ia akan menyanyikan beberapa lagu yang tidak asing bagi orang Indonesia, yaitu “Don’t Sleep Away The Night My Baby”.

“Ini kedua kali saya datang ke Yogyakarta. Saya tidak mengira lagu-lagu saya banyak dikenal oleh kalangan muda di Indonesia,” kata Daniel di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Senin (11/10).

Selain lagu “Don’t Sleep Away The Night My Baby”, ia juga dikenal dengan lagu “You Make My World So Colorful” dan “If I Didn’t”. Lagu-lagu itu akan dinyanyikan dalam acara pembuka pementasan The Legend Of Roro Jonggrang, yang menyambut kedatangan Miss Universe Ximena Navarrete 2010 dan Puteri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames.

Namun, kata dia, tergantung penonton yang ingin lagu apa atau ingin ia menyanyikan lagu lain. Ia mengaku, di setiap pentas dia selalu tampil hanya dengan iringan gitar yang ia mainkan sendiri, tidak menggunakan band atau orkestra. Namun, tidak menutup kemungkinan suatu saat ia akan bernyanyi dengan diiringi orkesta, tergantung tawaran dan permintaan produsernya.

Lagu-lagu Daniel tercipta oleh insprasi dari apa yang ia rasakan. Lagu “You Make My World So Colorful” terinsiprasi oleh istrinya, Alice Sahuleka Nijman.

Daniel merasa bangga diundang ke Indonesia, terutama Yogyakarta. Ia sangat mengagumi Yogyakarta yang “artful”, banyak seniman yang lahir dan berada di kota budaya itu. Bahkan, saat ia berada di kota itu, ia diperlakukan bak seorang raja. Daniel pernah konser di Universitas Gadjah Mada pada 1995 atas undangan Romo Dick sebagai musisi yang humanis.

Menurut pengakuannya, ia tidak pernah bernyanyi diiring dengan band atau orkestra, karena permintaan dari para penggemarnya. Setiap ia akan mengadakan pentas, justru diwanti-wanti supaya bernyanyi solo, hanya dengan iringan gitarnya.

Ada dua lagu ciptaan Daniel yang berjudul “Jakarta” dan “Semarang”. Lagu “Jakarta” menggambarkan perjalanan dia saat datang pertama kali di Indosesia. Dan lagu “Semarang” adalah lagu perjalanan dalam pesawat menuju ke kota kelahirannya 60 tahun lalu itu.

“I breathe the air of Semarang, Semarang,” bunyi salah satu lirik lagu itu.

Menurut Johnny Maukar, manager Daniel di Indonesia, sejak lagu-lagunya banyak digunakan di Indonesia puluhan puluhan tahun yang lalu, baru dua tahun ini ia menerima royalti. Selain itu, hanya ada sekali royalti performing right yang dibayarkan atas penggunaan lagu-lagunya yang diperdengarkan di radio, hotel dan lain-lain yang nominalnya hanya Rp 200 ribu saja.

“Semua tempat karaoke yang menggunakan lagu-lagunya tidak ada yang membayar performing right,” kata Johnny.

sumber di copy dari:

http://tempointeraktif.com/hg/musik/2010/10/11/brk,20101011-283955,id.html