Tag

,

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Sebuah pagar kuno dari batu lengkap dengan mercu pada bagian atasnya ditemukan para penambang pasir di kompleks situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung.

” Pagar ditemukan para penambang pada pekan lalu. Penambang tidak berani meneruskan penambangan disekitarnya,” kata seorang warga Liyangan, Tambah, Kamis (29/7).

Dikatakan bangunan pagar itu setinggi 175 centimeter dengan tebal sekitar satu meter dan panjang pagar yang telah kelihatan sekitar tiga meter dan di atasnya terdapat tujuh mercu yang masih utuh.

Letak pagar tersebut berjarak sekitar 12-15 meter arah timur laut dari bangunan rumah yang terbuat dari kayu yang kini telah menjadi arang.

Dikemukakan, selain bangunan pagar, penambang juga menemukan potongan tulang binatang yang diperkirakan tulang jari karena salah satu ujungnya berkuku.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Temanggung Subekti Prijono mengatakan berdasarkan gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi menyimpulkan bahwa Situs Liyangan yang ditemukan pertama pada 2008 merupakan situs dengan karakter kompleks. Indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, dan situs pertanian.

” Kompleksitas karakter tersebut membawa pada pemikiran bahwa situs Liyangan adalah bekas perdusunan yang pernah berkembang pada masa Mataram Kuno,” katanya.

Disampaikan ragam data dan karakter ini tergolong istimewa mengingat temuan ini satu-satunya situs yang mengandung data arkeologi berupa sisa rumah masa Mataram Kuno.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Temanggung Didik Nuryanto menambahkan batasan imajiner situs Liyangan berdasarkan survei diperkirakan sekitar dua hektare. Di area tersebut tersebar data arkeologi yang menunjukkan sebagai situs permukiman masa Mataram Kuno. ” Mengingat sebagian situs terkubur lahar, sangat mungkin luasan situs lebih dari hasil survei,” tandasnya.

Hasil penelitian tim Balai Arkeologi menyimpulkan bahwa data arkeologi berupa sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu merupakan situs permukiman masa Mataram Kuno sekitar 1.000 tahun lalu. Data itu tambahnya merupakan satu-satunya yang pernah ditemukan di Indonesia sehingga memiliki arti sangat penting bukan hanya bagi pengembangan kebudayaan di Indonesia, tetapi juga dalam skala internasional. Untuk itu perlu dilakukan upaya penyelamatan untuk keperluan penelitian. (Osy)

di copy dari:

http://www.krjogja.com/news/detail/43587/Penambang.Temukan.Pagar.Kuno.Di.Liyangan.html