Tag

Prosesi upacara adat kupatan Jolosutro dilapangan dusun Jolosutro, desa Srimulyo, Piungan, Senin (12/7) Acara ini dimeriahkan oleh 24 Jodhang d engan melibatkan 6 Pedukuhan. Jodhang berisi chupad dan hasil bumi dan diperebutkan oleh warga ketika Jodang sampai dipelatarn makam sentono diatas bukit Basiram. Upacara ini merupakan upacara adat yang dilaksanakan secara Turun menurun. Ngarak Jodhang merupakan puncak acara dari semua kegiatan dari semua kegiatan yang digelar satu minggu sebelumnya seperti ada pasar malam, pentas seni dari masyarakat. Prosesi ngarak Jodhang ini ndiawali ketika pulluhan warga dari 6 Dusun berkumpul dirumah kepala dukuh setempat. Estela berkumpul Jodhang ditandu menuju lapangan sebagai tempat pemberangkatan dengan jumlah keseluruhan Jodhang hádala 24, klarena setiap dusun membuat masing-masing 4 Jodhang. Pada saat mengarak Jodhang rombongan menyusuri jalan menanjak kearah kompleks pemakaman yang berjarak sekitar 3 kilometer. Uapacara ini mulai muncul dari cerita rakyat yang pada awal mulanya ada warga setempat yang menjadi abdidalem Kraton Yogyakarta. Ketika ke Mbale ke Kraton abdi tersebut membawa oleh-oleh dari dusun Jolosutro berupa Chupad dengan lauk Gudeg Manggar.

Sumber KR.