Tag

, , ,

Sumber: KR, Jum’at Pon 19 Februari 2010 (5 Mulud 1943 tahun LXV No.141)

Pasar ngasem mendatang bukan lagi sebagai pasar hewan atau pasar sayuran. Pasar yang berlatar belakang bangunan kraton (Pulo Cemeti) ini akan dirubah menjadi objek wisata menarik, sekaligus menjadi ikon Jogjakarta.

Pasar Ngasem yang selama ini kita kenal sebagai pasar burung akan divermak abis-abisan selanjutnya akan dibangun pusat kuliner dan cindramata, dan akan dilengkapi dengan panggung pertunjukan terbuka dengan berlatar belakang Pulau Cemeti.

Pelaksanaan Revitalisasi akan dilakukan secara bertahap, dimana diharapkan tahun 2011 masyarakat sudah bisa menyaksikan pasar ngasem dengan wajah barunya. Pasar ngasem seperti yang dilansir KR berdasar wawancara dengan Ir.Winarno (Arsitek penataan Pasar Ngasem) nantinya akan dikeruk sedalam 60 centimeter. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menunjukan bahwa kawasan tersebut dulunya adalah segaran yang dalamnya mencapai 3,5 meter. Revitalisasi Pasar Ngasem akan diusahakan mampu menampakan suasana Taman Sari masa lalu, dengan fungsi masa kini.

Pasar ngasem merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena di wilayah tersebut terdapat empat bangunan cagar budaya, tepatnya ada di depan pasar. Maka dari pada itu dalam proses revitalisasi tetap menjaga nilai-nilai sejarah, dan juga akan mengakomodir kepentingan para pedagang sayur, bumbu, dan sembako yang telah ada dengan dibuatkan los pasar tradisional, dan juga IPAL yang ada di sebelah barat yang merupakan IPAL satu-satunya peninggalan Belanda di Inidonesia juga akan tetap dilestarikan untuk kepentingan wisata pendidikan.