Tag

, , , ,

Pelestarian BCB (Benda Cagar Budaya ) di Gunung kidul masih terkendala dana. Hal ini berakibat banyaknya BCB yang mempunyai nilai tinggi dibiarkan terbengkalai. Oleh karena itu dinas Kebudayaan DIY memandang perlunya dibuat peraturan Bupati (Perbup) untuk pelestaraian BCB di tingkat kabupaten.

Kepala dinas Kebudayaan DIY Drs. Djoko Dwiyanto MHum, kepada KR mengatakan bahwa selama ini pelestarian BCB memang sudah diatur dalam peraturan gubernur (pergub) dimana diatur bahwa pemerintah mempunyai kewajiban memberikan subsidi pemeliharaan dan pemugaran. Namun anggaran dari Profinsi sangat minim. Menurut Joko selama ini kepala daerah tingkat II (bupati) belum punya kepedulian tinggi terhadap BCB, hal ini tercermin dari penganggaran. Di beberapa kabupaten di DIY alokasi anggaran untuk Dinas kebudayaan dan Pariwisata rata-rata ada di urutan ke 17.

BCB di Jogjakarta penuturannya lebih lanjut jumlahnya sangat banyak dan langka. Menurut keterangan belio kepada KR, Jogjakarta memiliki peninggalan sejarah dalam dimensi waktu yang lengkap dari jaman Prasejarah hingga Jaman Modern. Yang termasuk peninggalan Prasejarah yaitu di Sokoliman. Oleh karena itu cagar budaya ini dilindungi oleh perda no. 11 tahun 2005. Sayangnya BCB di Sokoliman sebagian besar sudah kehilangan konteks arkeologisnya. Misalkan dulu terdapat sebuah benda atau bangunan yang digunakan untuk upacara, namun sekarang sudah tidak berada di tempat aslinya dan dikumpulkan disuatu kawasan kemudian dipagari kawat berduri. Dalam usaha untuk melestarikan BCB dinas Kebudayaan DIY telah bekerjasama dengan BP3 selaku instansi yang memiliki otoritas.

BCB Di Sokoliman Kehilangan Konteks

Perlu Perbup Pelestarian Cagar Budaya

Sumber: KR, Jum’at Pon 19 Februari 2010 (5 Mulud 1943)

Iklan