Tag

, ,

TEMPO Interaktif , New Delhi – Ribuan atau bisa jadi jutaan orang di Asia pada malam yang sama begadang bersama. Ya.. Rabu (18/11) dini hari lalu, menjadi penantian banyak orang yang ingin melihat hujan Meteor Leonid. Namun cuaca sepertinya tidak bersahabat di beberapa kawasan sehingga tak sedikit yang kecewa karena tak bisa melihat hujan meteor itu.

Satu kelompok astronom amatir yang terdiri dari 30 orang di India melihat hujan meteor di langit, saat mereka menyaksikannya di Siriska, sekitar 150 kilometer sebelah selatan New Delhi. “Tidak ada bulan di langit, jadi bagus untuk observasi,” ujar Yogeshwar Kanu Aggarwal, anggota Space Science Popularization Association of Communications and Educators “Kami dapat melihat kilatan cahaya selama hampir sepuluh detik.”

Sementara di Manila, ibu kota Filipina, cuaca tidak bersahabat karena langit mendung. Sebaliknya, di Thailand lebih dari sekitar 1.000 warganya begadang bersama di lapangan parkir di sudut-sudut Kota Bangkok untuk mendapatkan tempat yang luas dan tak terhalang. “Langit sangat cerah kami bisa melihat hujan meteor pada pukul 04.00 dini hari,” ujar Suranand Supawannakij, direktur Science Center for Education di Rangsit, sekitar 40 kilometer sebelah utara Bangkok. “Meteor berjatuhan dari segala penjuru. Menakjubkan sekali.”

Di Indonesia, dari beberpa komentar yang masuk di Tempo Interaktif, ada beberapa daerah yang bisa melihat. Namun ada pula di beberapa provinsi yang warganya kecewa karena cuaca mendung menghalangi untuk bisa melihat keindahan fenomena alam itu.

Menurut Awe di Magetan, dia melihat seperti percikan api. Awe mengaku melihat dari sawah dengan membawa tempat tidur kecil dan tidak lupa menyiapkan segelas kopi.

Sedangkan di Jakarta, Joey mengaku menyesal sekali. Pasalnya Jakarta cuaca mendung. Dia masih penasaran apakah ada tempat di Jakarta yang bisa untuk melihat hujan meteor ini. Hal yang sama dialami Nicky di Pekanbaru, Riau, yang juga tidak bisa melihat meski langit cerah. “Nyesel banget gak bisa melihat, padahal langit cerah berbintang,” ujarnya.

Sedangkan di Simeuleu, Aceh, Bulawan mengaku melihat sekitar sepuluh meteor berjatuhan. “Mungkin kalau tidak mendung akan terlihat banyak sekali,” tulisnya. “Sebab dengan kondisi mendung aja terlihat apalagi kalo langit cerah……”

Bulawan mengatakan bahwa beruntung bagi orang yang bisa melihat keluarbiasaan alam luar angkasa tersebut, “bagi yg belum beruntung masih ada tahun depan.. (klo ada umur panjang)…!”

dicopy dari:

http://tempointeraktif.com

Kamis, 19 November 2009 | 10:49 WIB