Tag

, ,

Masjid ini disebut juga dengan masjid Kolano atau masjid Besar, dibangun pada tahun 1700 Masehi pada masa pemerintahan Sultan Djamaludin dan dipergunakan pada tahun 1710 Masehi. Pembangunan masjid ini diarsiteki oleh Bela Tudho dengan konstruksi Kayu, Batu, Pasir , dan Kapur. Atap terbuat dai alang-alang dan daun sagu sehingga dikenal dengan nama masjid Sigi palang. Pada tahun 1884 Masehi dilakukan penggantian atap dengan bahan seng dan tahu 1984 dilakukan juga penggantian atap untuk kedua kalinya serta mengganti lantai yang sejak awal dari tanah liat menjadi ubin. Ukuran masjid ialah 21 x 21 meter diatas lahan berukuran 26 x 26 meter. Pada areal masjid terdapat bangunan yang disebut dengan Stanyer sebagai tempat bedug (tifa), menuju ruang sholat terdapat teras atau serambi yang disebut Gandaria yang melewati tujuh teratak tangga. Ruang Sholat disangga oleh empat tiang utama dengan tinggi 7 meter dan terdapat 2 mimbar, satu sebagai tempat khotbah dan satu lagi dihiasai dengan kelambu putih digunakan sebagai tempat sholat shultan. Sebagai pengurus masjid ditetapkan satu Qogdhi dan dibantu 6 Imam yang biasa disebut dengan istilah Imam Soa. Ke 6 Imam ini melaksanakan Tugas secara bergiliran. Lokasi masjid ini sekarang berada di Tidore.

Sumber: Direktori masjid Bersejarah
Departemen Agama RI
Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah
Jakarta tahun 2008