Tag

, ,

Masjid ini di bangun pada tahun 1606 Masehi pada masa pemerintahan Sultan Saidi Barakati, diatas lahan berukuran 76,70 x 62,45 Meter dan bangunan berukuran 22 x 22,5 meter. Pembangunan masjid dilanjutkan oleh sultan Mudafar dan diselesaikan oleh Sultan Hamzah pada tahu 1648 Masehi. Bahan banguna masjid ini terbuat dari susunan batu yang direkatkan dengan campuran kulit kayu pohon Kalumpang, dengan arsitektur masjid berbentuk segi empat dan atap berbentuk tumpang limas dengang setiap tumpang dipenuhi teralis berukir sebanyak 360 buah. Pada masa pemerintahan Sultan Khairun masjid dipindah 100 meter dari benteng Portugis Gamlamo. Kemudian pada tahun 1679 Masehi, dilakukan renovasi oleh Sultan Sibori Amsterdam, Putra Sultan Mandarsyah, dengan bentuk atap tumpang tiga dan berbahan kayu. Tahun 1705 masehi masjid ini mengalami kebakaran, dan dibangun kembali oleh Sultan Said Fathullah atau Kaicil Toluki atau Pangeran Rotterdam. Renovasi kembali dilakukan pada tahun 1818 Masehi oleh Sultan Muhammad Zain. Pemugaran terahir dilakukan pada tahun 1983 dengan melakukan perombakan total tanpa merubah bentuk asli. Masjid ini sekarang dapat kita jumpai di kompleks Kedaton Ternate, Kota Ternate.

Sumber: Direktori masjid Bersejarah
Departemen Agama RI
Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah
Jakarta tahun 2008