Tag

, , ,

Masjid ini dibangun pada tahun 1928 M di desa Maero oleh Lompo Daeng Raja, Karaeng Binamu VII, Bupati pertama kabupaten Jenepoto dan raja terahir kerajaan Binamu. Ukuran masjid ialah 60 x 60 meter dan diberinama masjid Syuhada. Saat itu masjid ini menjadi pusat perlawanan rakyat terhadap Belanda, tahun 1946 masjid ini dihancurkan oleh Kapten Westerling. Tahun 1948 puing-puing masjid dibangun kembali oleh mattewakkang Karaeng Raya atau Karaeng Binamu IX dan diganti nama menjadi masjid Jihad, Renovasi setelah itu dilakukan pada tahun 1953 oleh H. Mattewakkang dan di lanjutkan oleh Lolagu Daeng Tompo. Tahun 1996 kembali direnovasi oleh Ir. Zanuddin Karaeng Ngupa dan menjadi masjid Jami Nurul Jihad. Lokasi masjid berada di jalan Lanto Daeng Pasewang, kabupaten Jeneponto. Sumber: Direktori Masjid Bersejarah Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan pembianan Syari’ah Jakarta tahun 2008