Tag

, , ,

Pembangunan masjid ini pada 28 Zulhijah 1328 H atau 1908 M. Pelopor pembangunan masjid ini ialah Al Allamah Syekh H. Abbas b in Al Allamah Syeikh H. Abdul Jalil dan Al Allamah Syeikh H.M. Said bin Al Allamah Syeikh H. Sa’dudin. Kedua nya merupaka keturunan dari Al Allamah Syeikh H. Muhamad Arsyad Al Banjari yang lebih dikenal dengan sebutan Datuk Kalampayan seorang pejuang dan penulis kitab Sabilal Muhtadin. Masjid di banguan diatas tanah wakaf dari Mirun bin Udin dan Asmail bin Abdullah warga kampung Wasah Hilir, seluas 1.047,25 m2. Bentuk bangunan berbentuk persegi empat, dan bertinggkat tiga dengan penutup loteng berbentuk gawang atap puncak atau pataka. Tiang penyangga masjid berjumlah 64 buah dan empat diantaranya merupakan sokoguru dan dibuat segi delapan, ditambah 247 tongkat pendukung lantai. Bahan Bangunan tersebut seluruhnya terbuat dari kayu Ulin kecuali tungkul/pataka (hiasan mahkota) dari logam. Masjid ini diakui sebagai peninggalan sejarah dan purbakala sesuai SK Direktur Direktorat Sejarah dan Purbakala Departemen P & K, tanggal 1 September 1978 No. 47/Z 3/d.s.p./1978. Masjid ini sendiri berlokasi di Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu sungai Selatan. Sumber: Direktori Masjid Bersejarah Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan pembianan Syari’ah Jakarta tahun 2008