Tag

, , , ,

 

http://denkadian.files.wordpress.com/2014/01/masjid-sunan-giri.jpg

http://denkadian.files.wordpress.com/2014/01/masjid-sunan-giri.jpgPada tahun 1399 soko, pesantren Sunan Giri di Bukit Kedaton mengalami perkembangan pesat, sehingga kemudian dibangunlah sebuah musolla untuk shalat jamaah serta untuk kegiatan-kegiatan peantren. Tahun 1407 soko/1481 Masehi musolla dipugar dengan memperluas bangunan dan masjid itu dinamakan masjid Jamik. Bangunan masjid ini sangat artistik, penuh ukiran dan kaligrafi huruf arab serta ayat suci Al-Qur’an. Atap masjid terbuat dari sirip kayu, berdinding batu dan pendirian masjid terukir dengan bahasa arab. Tulisan tersebut dibuat oleh Haji Ya’kub Rekso Astono tahun 1856 M, setelah 10 tahun sunan Giri wafat, perhatian masyarakat beralih pada makam sunan giri, maka terjadilah perpindahan penduduk, mereka banyak bertempat  tinggal di Bukit Giri. Melihat hal itu maka tergeraklah hati Nyi Ageng Kabunan (salah satu cucu Sunan Giri yang menjanda) untuk memindahkan masjid dari Bukit Kedaton Kebukit Giri dekat makam sunan Giri. Pemindahan dilakukan pada tahun 1544 Masehi.  Dalam waktu yang relatif singkat masjid berdiri dengan ukuran 150 m2. Masjid terebut kemudian bergantinama menjadi Masjid Sunan Giri. Masjid ini sendiri sampai sekarag ini telah mengalami beberapakali renovasi:

Sumber: Direktori masjid Bersejarah

Departemen Agama RI

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam

Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah

Jakarta tahun 2008

Foto: http://www.republika.co.id