Tag

, , , ,

Pembangaun masjid dilakukan pada 29 Mei tahun 1773 Masehi, oleh Sri Paduka Sultan Hamengkubuwana I dengan prakarsa penghulu Fakih Ibrahim Dipodiningrat dan diarsiteki oleh Wiryokusuma. Pada tahun 1775 M, dibangun beranda serambi masjid yang dinamai al-mamhkamah al-kabiro yang dipergunakan sebagai sarana pertemmuan para ulama, pengajian, dakwah, perayaan peringatan hari besar Islam, pernikahan, penyelesaian persengketaan diantara para jamaah dan keluarga. Pada bagian selatan dan nutara didirikan bangunan sebagai tempat penyimpanan gamelan sekaten yang diperdengarkan setiap peringatan maulud nabi Mohammad SAW. Gedung ini dinamakan Pagongan, dimana bagian utara gedung digunakan sebagai tempat penyimpanan gamelan Kyai Nogo Wilogo dan pada bagian Selatan digunakan menyimpan gamelan kyai Guntur Madu.  Renovasi pertama dilakukan tahun 1933 M dimana dilakukan penggantian lantai dengan menggunakan  tegel kembang  dan atap dari sirap diganti dengan seng wiron. Renovasi kedua ahun 1936 dengan mengganti tegel dengan marmer. Tahun 1973 atas bantuan Presiden maka dibangunlah sebuah bangunan yang digunakan sebagai penunjang aktifitas pengajian.

Sumber: Direktori masjid Bersejarah

Departemen Agama RI

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam

Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah

Jakarta tahun 2008

foto: sumarsonoyk.files.wordpress.com