Tag

,

Pada awl mulanya bangunan masjid ini berbentuk surau yang sangat seerhana, dibangun tahun 1850 masehi oleh Sayid Abdurrahman bin Abu Bakar yang dipelopori oleh Sayid Umar bin Abdulgadir Aljuprie. Masjid ini menjadi pusat kegatan syariat Islam di sekitar teluk Nangamesi. Pengembangan masjid didorong oleh semangat perjuangan terhadap kolonial Belanda. Pada tahun 1920 M Masjid Agung Waingapu menjadi pusat pergerakan perlawanan rakyat, terlebih sejak banyaknya tokoh pergerakan yang dibuang kewilayah tersebut. Karena itulah masjid ini diberi nama  Masjid Agung Al- Jihad Waingapu.

Sumber: Direktori masjid Bersejarah

Departemen Agama RI

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam

Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah

Jakarta tahun 2008