Tag

, ,

Monumen Nasional didirikan pada tanggal 17 Agustus 1961, dibangun di tengah lapangan Merdeka (Lapangan Monas). Tugu ini dibangun sebagai perlambangan keperkasaan perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satu bagian lapangan Merdeka ialah lapangan Ikada yang mempunyai Sejarah tersendiri pada masa perjuangan kemerdekaan dan revolusi fisik bangsa Indonesia. Beberapa rapat raksasa guna menghimpun kekuatan rakyat untuk mengusir penjajah Belanda yang akan berusaha kembali menjajah negeri ini dan sekaligus merebut kekuasan pendudukan Jepang.

Pembangunan Monumen Nasional dimaksudkan sebagai apresiasi dari proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pembangunannya dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh panitia Monumen Nasional dengan mengambil perencanaan , konstruksi, dan material dalam negeri, dan juga bantuan luar negeri.

Beberapa catatan yang tertuang dalam buku Monumen dan Patung di Jakarta terbitan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dinas Museum dan Pemugaran Jakarta tercatat beberapa bantuan Luar negeri diantaranya:

No Negara Bantuan
1. Jepang Kerangka besi, lidah api, lif dan tangga
2. Italia Marmer, benda atribut kemerdekaan, pagar keamanan di Puncak tugu, Patung Diponegoro, Domes, dan Kaca Diorama
3. Jerman Barat Instalasi Listrik, dan Sound System serta Interiornya
4. Perancis Konstruksi Beton

Sebagai pusat dan jiwa pada Monumen Nasional, maka pembuatannya sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik di setiap malam dan siang harinya , dan memberikan sambutan kepada setiap orang yang datang memasuki ibu kota Jakarta.
Bagian-bagian Monumen Nasional antara lain:

No Bagian Fungsi
1. Pintu Gerbang Utama Untuk masuk menuju Monumen pengunjung harus berjalan diatas Plaza sebelah Utara. dimana pengunjung juga dapat menikmati pemandangan seperti air mancur serta patung pangeran Diponegoro, barulah kita menuruni trowongan dibawah jalan silang Monas yang menghubungkan dengan pelataran Tugu Nasional
2. Ruang Museum Sejarah Ruangan ini terletak dibawah tanah (Basement) dengan kedalaman 3 meter dan luasnya 80 x 80 meter serta mempunyai ketinggian 8 meter. Seluruh dinding dan lantai berlapis marmer. Pada keempat sisi masing-masing terdapat 12 jendela kaca yang mempertunjukan peristiwa-peristiwa penting Sejarah Indonesia.

3. Ruang Kemerdekaan Ruang ini terletak di bagian Cawan tugu Nasional yang berbentuk Amphithear tertutup. Diruangan inilah pengunjung dapat mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno, serta beberapa keterangan dari pemandu wisata Monas.

Di tengah-tengah keempat sisi badan tugu, terpampang atribut-atribut kemerdekaan seperti:

1. Sebelah Timur : Sang saka Merah Putih
2. Sebelah Utara : Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlapis emas
3. Sebelah Barat : Almari berukir yang didalamnya berisi peti kaca tempat penyimpanan naskah Proklamasi Indonesia.
4. Sebelah Timur : Lambang Negara Republik Indonesia