Tag

, , , , ,

monumen-trikoraMonumen Dwikora merupakan simbol perlawanan Indonesia yang kala itu dipimpin Presiden Soekarno terhadap pembentukan Federasi Malaysia untuk mempersatukan tanah bekas jajahan Inggris di seluruh Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia menentang rencana itu karena bertentangan dengan politik Indonesia yang antikolonialisme dan imperaliasme dan secara prosedur rencana pembentukan itu akan membahayakan revolusi Indonesia. Oleh sebab itu, pada 17 September 1963 Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Selanjutnya, pada 3 Mei 1964 dalam apel sukarelawan Presiden Soekarno mencanangkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya “Perhebat Rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak, Brunei untuk Membubarkan Negara Bonek Malaysia”.

Sedangkan Monumen Trikora merupakan lambang perjuangan Indonesia untuk kembali merebut Irian Barat dari tangan penjajahan Belanda. Berbagai usaha perjuangan bersenjata, politik, dan diplomasi untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia pun dilakukan disertai pencanangan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 yang berisi “Gagalkan Pembentukan Negara Papua Buatan Belanda Kolonial, Kibarkan Merah Putih di Tanah Air Indonesia dan Bersiaplah untuk Mobilisasi Umum Guna Mempertahankan Kemerdekaan dan Kesatuan Tanah Air dan Bangsa,”.

Monumen yang berada di Kompleks Mabes TNI dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.